Proses Perencanaan Keuangan

financial planning Setiap orang ingin dapat mengatur keuangannya, agar tujuan-tujuan dalam hidupnya dapat terpenuhi. Contoh tujuan yang umum adalah membeli mobil baru, membeli rumah,  sekolah, liburan, hidup yang cukup untuk saat ini maupun saat pensiun.

Untuk mencapi tujuan2 tersebut, orang perlu mengidentifikasikan dan membuat prioritas pribadi dan keuangan sehingga muncullah perencanaan keuangan. Perencanaan keuangan merupakan suatu proses untuk mengatur keuangan agar dapat mencapai suatu keadaan perekenomian yang kamu harapkan. Setiap orang, keluarga dan rumah tangga memiliki keadaan keuangan yang berbeda-beda, sehingga perencanaan keuangan merupakan sesuatu yang sangat pribadi.

Memiliki Perencanaan keuangan dapat mempunyai beberapa keuntungan antara lain:

  • meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi kekhawatiran terhadap keadaan yang tidak pasti dimasa depan
  • dapat mengontrol keadaan keuangan, seperti menghindari dari kebangkrutan, banyak hutang
  • a peace of mind

so, berikut adalah tahapan dalam membuat perencanaan keuangan

1.      Dimana posisi keuangan kamu pada saat ini?

Di tahap pertama ini, kamu perlu mengidentifikasikan dimana keadaan keuangan kamu saat ini, sehubungan dengan pendapatan, tabungan, pengeluaran, hutang. Yang perlu kamu lakukan adalah dengan membuat catatan arus kas, dimana disitu tertulis berapa pendapatan kamu, darimana saja pendapatan itu berasal serta pengeluaran-pengeluaran yang dilakukan. Arus kas ini dibuat dalam periode monthly atau bulanan. Selain pembuatan arus kas kamu juga perlu dalam membuat neraca atau catatan harta dan hutang. Di neraca ini di list apa saja harta yang kamu punya mulai dari harta bergerak sampai tidak bergerak, seperti rumah, mobil, reksadana, emas, uang tunai, dll. Selain harta di neraca juga dicantumkan hutang2 yang kamu punya, mulai dari hutang kartu kredit, hutang kredit mobil, sampai hutang kredit panci juga boleh dimasukkan. Untuk neraca ini dibuat dalam periode per tahun.  Oh ya bagi pemilik bisnis, neraca dan arus kas pribadi dan bisnis perlu dibuat terpisah yah.

2. Buatlah tujuan-tujuan keuangan

Tahap ke-2 ini yang perlu kamu lakukan adalah melakukan analisa terhadap bagaimana kamu menilai uang dan mengapa kamu memiliki perasaan itu serta analisa terhadap tujuan2 keuangan yang kamu miliki.  Tujuan dari ini adalah untuk memisahkan antara kebutuhan dan keinginan.

Tujuan-tujuan keuangan perlu dibuat secara spesific dan realistis. Berapa dana yang dibutuhkan, kapan kamu akan mewujudkannya, alasan kenapa kamu perlu mewujudkannya. Contohnya kamu ingin membeli rumah seharga 1M didaerah Tebet 5 tahun lagi, alasannya adalah kamu ingin memberikan rumah yang nyaman bagi keluarga kamu. Untuk mengetahui bagaimana tujuan yang bisa menginspirasi kamu bisa baca pada bagian: 7 Langkah untuk Memiliki keuangan yang lebih baik 

3. Identifikasikan alternatif-alternatif dalam membuat keputusan  

Mempunyai alternatif2 terhadap pilihan merupakan sesuatu yang baik untuk membuat keputusan. Alternatif2 yang muncul biasanya mencakup hal2 berikut:

  • Meneruskan situasi yang ada
  • Merubah situasi yang ada
  • Mengambil action baru.

Bisa dicontohkan sebagai berikut: Andi mempunyai bisnis rumah makan dan sudah beberapa bulan ini, rumah makan Andi mengalami kerugian. So bagaimana Andi menyikapi  hal ini: Yang bisa dilakukan Andi adalah

  • Andi bisa tidak melakukan apa-apa, dan berharap kalau ini hanya sementara, beberapa bulan kedepan rumah makanya akan kembali akan meraup keuntungan
  • Merubah situasi yang ada. Andi bisa mulai lebih bergiat dalam melakukan promosi memperkenalkan rumah makan nya, dengan menyebarkan brosur, beriklan di media lokal,dll
  • Mengambil keputusan baru. Andi merasa letih dengan beberapa bulan kerugian rumah makannya dan memutuskan untuk menutup rumah makannya.

Memang, tidak setiap pilihan-pilihan diatas bisa diterapkan di setiap pengambilan keputusan. Kreatifitas dalam mengambil keputusan sangatlah diperlukan untuk membuat hasil dari keputusan menjadi sesuatu yang efektif dan efisien.

4. Evaluasi Alternatif-alternatif yang ada

Yang perlu kamu lakukan ditahap ini adalah mengevaluasikan pilihan-pilihan yang ada didalam keputusan. Bagaimana situasi kamu pada saat ini, apa saja nilai2 yang kamu miliki didalam hidup, bagaimana situasi keuangan kamu saat ini, bagaimana konsekuensi dari pilihan2 yang kamu miliki, apakah ada opportunity  cost yang hilang bila kamu mengambil keputusan itu. Contohnya begini, kamu mendapatkan beasiswa melanjutkan sekolah, tetapi dilain pihak dengan mengambil keputusan ini kamu tidak bisa lagi bekerja. So, bila kamu mengambil keputusan untuk melanjutkan sekolah kamu harus berhenti bekerja dan opportunity cost yang hilang adalah kamu kehilangan pendapatan dari perusahaan tempat kamu bekerja.

5. Ciptakan dan implementasikan action plan untuk rencana keuangan yang telah dipilih

Setelah kamu berhasil melewati proses no. 4, artinya kamu telah memiliki keputusan apa yang akan dilakukan. Nah ditahap ini artinya kamu telah siap untuk mengimplementasikan keputusan tersebut kedalam suatu action plan. Untuk mewujudkan tujuan-tujuan keuangan, kamu akan memerlukan bantuan dari berbagai pihak, seperti agen asuransi, penyedia reksadana, dll. Contohnya begini: untuk mencapai tujuan kamu untuk membeli rumah 5 tahun lagi, kamu perlu berinvestasi di reksadana campuran sebesar 3jt/bulan. Nah untuk mewujudkannya kamu perlu googling internet untuk mengetahui tentang reksadana, pergi ke agen penjual reksadana, meminta prospektus u/ reksadana yang ingin kamu inginkan serta mempelajarinya dan akhirnya kamu membeli reksadana tersebut.

6. Review, review dan review rencana keuangan yang telah dibuat

Perencanaan keuangan merupakan proses yang berkesinambungan atau terus berlanjut. Kamu perlu melakukan mengecekan secara reguler untuk keputusan2 keuangan yang telah kamu buat sebelumnya. Perubahan ekononomi, perubahan gaya hidup, penambahan jumlah anggota keluarga akan sangat berpengaruh terhadap rencana keuangan. So, perencanaan keuangan bukan merupakan sesuatu yang fixed, tetapi flexible yang tergantung sama keadaan diri kamu pada saat itu.

so no. 6 is the last steps, its now your turn to make your own financial planning, don’t be lazy, after all its for your own peace of mind🙂

About Luky_Handayani
enjoying life to the fullest ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: