Its all about Reksadana

So reksadana itu merupakan wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat, yang selanjutnya diinvestasikan dalam suatu portfolio efek oleh manajer investasi. Manajer investasi dalam hal ini biasanya adalah perusahaan sekuritas seperti Danareksa, Mandiri Sekuritas, dll

Reksadana itu bukan produk nya bank dan tidak dijamin oleh bank. Di dalam reksadana, bank hanya sebagai bank kustodian, yaitu pihak yang melakukan administrasi investasi dan sebagai agen penjual reksadana.

secara garis besar Reksadana itu ada 4 macam, dibedakan dari isi portfolio nya yaitu :

Reksadana pendapatan tetap  komposisi investasi sebagian besar (0-90%)  pada obligasi, dan sisanya pada pasar uang

Reksadana pasar uang  komposisi investasi sebagian besar (0-90%) pada pasar uang dan sisanya pada uang kas

Reksadana campuran   komposisi investasi 0-50% pada efek pendapatan tetap, 0-50% pada efek saham dan 10% pada dana kas

Reksadana saham Komposisi investasi yang sebagian besar (0-90%) pada saham yang terdaftar di BEI dan 10% pada dana kas

Jenis reksadana diatas juga menentukan tingkat resiko dan tingkat pendapatannya, semakin tinggi tingkat resiko nya semakin tinggi juga pendapatannya, demikian juga sebaliknya. diliat dari keempat reksadana diatas, reksadana pasar uang punya resiko paling kecil dan reksadana saham punya resiko paling besar.

Resiko reksadana antara lain adalah

Reksa Dana memiliki risiko fluktuasi Nilai Aktiva Bersih. Tidak ada jaminan bahwa Nilai Aktiva Bersih akan selalu meningkat selama jangka waktu reksa dana. Risiko ini dipengaruhi oleh turunnya harga dari Efek (saham, obligasi, dan surat berharga lainnya) yang masuk dalam portofolio Reksa Dana tersebut.

Risiko Likuiditas  Risiko ini menyangkut cepat-lambatnya investor dalam mencairkan investasinya dengan melakukan penjualan kembali (redemption) atas Unit Penyertaan yang dimilikinya. Apabila sebagian besar atau seluruh pemegang Unit Penyertaan melakukan penjualan kembali (redemption) pada saat yang bersamaan, maka dapat terjadi Manajer Investasi tidak memiliki cadangan dana kas yang cukup untuk membayar seketika Unit Penyertaan yang dijual kembali.

Risiko Perubahan Alokasi Efek dalam Kebijakan Investasi Dalam hal terjadi penjualan kembali (redemption) pada saat yang bersamaan oleh sebagian besar atau seluruh pemegang Unit Penyertaan, maka dapat terjadi Manajer Investasi tidak memiliki cadangan dana kas yang cukup untuk membayar seketika Unit Penyertaan yang djual kembali. Dalam hal ini Manajer Investasi dapat terpaksa menjual sebagian dari porsi Efek guna menjaga tingkat likuiditas, yang dapat mengakibatkan berubahnya alokasi Efek sebagaimana ditetapkan dalam Kebijakan Investasi

Risiko Perubahan Kondisi Ekonomi dan Politik Perubahan ataupun memburuknya kondisi politik dan perekonomian baik di dalam maupun di luar negeri, termasuk terjadinya perubahan peraturan yang mempengaruhi perspektif pendapatan, dapat berpengaruh terhadap harga dari Efek bersifat utang yang dikeluarkan oleh Negara Indonesia atau Efek lain yang dikeluarkan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia sehingga dapat mempengaruhi Nilai Aktiva Bersih (NAB) dari Reksa Dana.

Risiko Nilai Investasi  Nilai investasi Reksa Dana sangat bergantung kepada risiko penerbit surat berharga/efek (baik saham, obligasi, bank dan/atau penerbit surat berharga) dan perubahaan peraturan perpajakan.

Risiko Tingkat Suku Bunga  Perubahan tingkat suku bunga di pasar keuangan dapat menyebabkan kenaikan atau penurunan harga instrument investasi dalam portofolio Reksa Dana yang dapat berpengaruh terhadap Nilai Aktiva Bersih (NAB)

Untuk berinvestasi di reksadana juga lumayan terjangkau kok, ada yg minimal 500 rb udah bisa berinvestasi di reksadana, tetapi jangan lupa, di reksadana  akan dikenakan biaya pembelian dan biaya penjualan reksadana.

sedangkan untuk membeli reksadana bisa dibeli di perusahaan sekuritasnya langsung kaya di danareksa, Trimegah  ataupun bisa di beli di bank kaya di Bank Mandiri, Commonwealth bank, dll. perbedaannya adalah klo beli langsung di perusahaan sekuritasnya yang dijual hanya produk nya sendiri, tapi biaya nya biasanya lebih kecil. Sedangkan klo beli di bank, jenis reksadana yang dijual nya lebih variatif, tp biayanya mungkin lebih besar.

Karena Reksadana bukanlah produk yang dijamin oleh bank dan ada resiko2 seperti yang diatas maka untuk mengecek benar/tidaknya suatu reksadana bisa diliat di websitenya bapepam.  Dan untuk melihat kinerja suatu reksadana bisa di cek di websitenya infovesta. www.infovesta.com

About Luky_Handayani
enjoying life to the fullest ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: