Rasio-Rasio pada Laporan Keuangan (analisis fundamental)

Rasio   Seperti telah dibahas sebelumnya tentang analisa fundamental sebagai salah satu cara untuk analisa saham, untuk bagian ini kita kan coba untuk membahas beberapa rasio yang bisa didapatkan dari laporan keuangan sebagai salah satu cara untuk melakukan analisa fundamental. Perbedaan dengan artikel sebelumnya adalah, di artikel ini kita akan coba membahasnya dengan lebih detail, yuk mari kita mulai…..

Sebenarnya apa sih rasio keuangan, rasio keuangan adalah alat yang digunakan untuk menganalisis kondisi keuangan serta kinerja perusahaan dari suatu perusahaan.

Rasio keuangan berguna untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut :

    1. Bagaimana likuiditas Perusahaan?
    2. Apakah manajemen perusahaan efektif dalam menghasilkan laba operasi atas aktiva yang dimiliki?
    3. Bagaimana perusahaan didanai?
    4. Apakah pemegang saham biasa mendapatkan tingkat pengembalian yang wajar?

Angka-angka untuk menghitung rasio diperoleh dari :

  1.  Rasio – rasio neraca ( Balance Sheet Ratio ), yaitu ratio – ratio yang disusun dari data yang berasal dari neraca, misalnya current ratio, acid test ratio, current asset to total asset ratio, current liabilities to total asset ratio dan lain sebagainya.
  2. Rasio – rasio Laporan Laba Rugi ( Income Statement Ratio ), ialah data yang disusun dari data yang berasal dari income statement, misalnya gross profit, net margin, operating margin, operating ratio dan sebagainya.
  3. Rasio –rasio antar Laporan Keuangan ( Intern Statement Ratio), ialah ratio –ratio yang disusun dari data yang berasal dari neraca dan data lainya berasal dari income statement, misalnya asset turnover, Inventory turnover, receivable turnover, dan lain sebagainya.
  4. Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menjamin kewajiban-kewajiban lancarnya

Rasio dibedakan menjadi 4 macam, yaitu :

Rasio Likuiditas

rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam likuiditasnya.

Rasio Lancar (Current Ratio)

merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dimiliki.  Semakin tinggi rasio lancar, perusahaan semakin liquid

Rasio Lancar = Harta lancar / Hutang Lancar

Rasio Solvabilitas

Merupakan rasio untuk melihat kemampuan perusahaan dalam membayar hutangnya. Rasio ini dimaksudkan untuk mengukur berapa banyak aktiva perusahaan yang dibiayai oleh hutang

Rasio Hutang terhadap Ekuitas (Debt to Equity ratio )

merupakan Perbandingan antara hutang dan ekuitas dalam pendanaan perusahaan, sehingga  menunjukkan kemampuan modal perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajibannya

rumusnya :    Total Hutang /Total Ekuitas

Rasio Hutang terhadap Aset (Debt to asset ratio)

merupakan Perbandingan antara hutang dan aset dalam pendanaan perusahaan, sehingga  menunjukkan kemampuan modal perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajibannya

rumusnya :  Total Hutang /Total aset

Rasio Efisiensi

Merupakan rasio untuk melihat kemampuan perusahaan dalam membayar hutangnya. Rasio ini dimaksudkan untuk mengukur berapa banyak aktiva perusahaan yang dibiayai oleh hutang

Rasio perputaran aktiva (aset turnover ratio)

  • Rasio ini menggambarkan berapa Rupiah penjualan bersih yang dapat dihasilkan oleh setiap Rupiah yang diinvestasikan dalam bentuk harta perusahaan.
  • Kalau perputaran lambat, menunjukan bahwa aktiva yang dimiliki terlalu besar dibandingkan kemampuan perusahaan untuk menjual produknya

Rumusnya : Penjualan /Total Aset

Rasio Profitabilitas

Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bagi perusahaan

ROE (return on equity)

  • merupakan ukuran yang paling penting untuk menilai baik/buruknya pengelolaan suatu perusahaan
  • meningkatnya laba bersih maka akan meningkat pula nilai dari ROE jika ekuitasnya tetap. Demikian pula sebaliknya dengan menurunnya laba bersih maka akan menurunkan nilai ROE.
  • Rumus ROE = laba bersih /total equity

ROA  (return on asset)

  • merupakan indikator kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba   atas sejumlah aset yang dimiliki.
  • Rumus ROA  (return on asset) = laba bersih/total aset

Rasio Pasar

Rasio yang mengukur harga pasar relatif terhadap nilai buku perusahaan

Terdiri dari :

EPS  =            Laba bersih /  jumlah saham beredar

PER (Price earning ratio) =  Harga saham saat ini  /earning per share

PBV (Price book value) =  Price of stock / Book Value

Book Value =                 Net worth /Total shares outstanding

About Luky_Handayani
I am a financial planner @PlanURFinancial, owner of @ButikCoklat, stock trading/ investor Trying to be a better version of me ^_^

3 Responses to Rasio-Rasio pada Laporan Keuangan (analisis fundamental)

  1. lan_des says:

    love it :)

  2. satria says:

    terima kasih, sangat membantu :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: