Memilih Saham berdasarkan Analisa Fundamental

fundamental Seperti telah dibahas sebelumnya untuk menganalisa saham ada 2 caranya yaitu analisa teknikal dan analisa fundamental.

Analisa teknikal adalah analisa yang berdasarkan grafik, dengan membaca pola yang terdapat didalam grafik tersebut. Analisis teknikal percaya kinerja saham sekarang merupakan pola berulang dari kinerja di masa lalu.

Sedangkan analisa fundamental, berdasarkan keadaan perekonomian dan perusahaan itu sendiri, maka laporan keuangan menjadi sesuatu yang penting didalam analisa fundamental. Untuk tulisan saat ini kita akan kupas sedikit tentang analisa fundamental, yuk mari kita mulai…..

Seperti telah dibahas analisa fundamental berdasarkan keadaan ekonomi dan perusahaan itu, maka didalam analisa fundamental dikenal yang namanya top down analisis, dimana analisa dilakukan dengan melihat dari keadaaan perekonomian dunia, kemudian melihat dari sektor yang sedang berkembang atau lagi bagus2nya dan terakhir melihat dari perusahaannya.

Contohnya seperti saat ini dimana, harga komoditas turun, terjadi krisis di Eropa dan Amerika, sedangkan perekonomian Indonesia berkembang dengan pesat, maka memilih sektor komoditas bukanlah pilihan yang baik, dan akan lebih baik bila yang dipilih adalah sektor yang berhubungan dengan konsumsi dalam negeri, seperti consumer goods, perbankan, property dimana sektor-sektor tersebut mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Setelah mengetahui sektor mana yang sedang bagus2nya, kemudian beralihlah ke pemilihan perusahaan. Pilihlah perusahaan yang menjadi pemimpin di sektor tersebut. Contohnya di perusahaan consumer goods, ada Indofood (INDF), Mayora (MYOR), Tiga Pilar Sejahtera (AISA), dll nah dari list perusahaan2 ini dipilihlah yang menjadi pemimpin sektor, bisa dilakukan dengan membandingkan beberapa rasio dari hasil laporan keuangan, melihat performance dari perusahaan tersebut, berikut adalah beberapa rasio yang dapat membantu dalam memilih perusahaan

Berikut adalah beberapa rasio yang dapat membantu kamu dalam memilih saham,

  • EPS (earning per share) atau laba bersih per lembar saham. Contohnya EPS=100 artinya tiap lembar saham yang dikeluarkan oleh perusahaan menghasilkan laba bersih 100. Pilihlah perusahaan yang memiliki EPS naik setiap tahunnya, yang artinya laba bersih perusahaan itu juga naik setiap tahunnya.
  • PER (price earning ratio) adalah sebuah rasio yang menunjukkan mahal/murahnya suatu saham. Contohnya bila harga saham dipasar seharga Rp. 100, dengan EPS sebesar 20, maka PER saham tersebut sebesar 5. Saham yang murah adalah bila PER saham tersebut, lebih rendah dari PER industri.
  • PBV (price to book value) bisa juga digunakan untuk mencari saham yang murah, karena dari PBV kita bisa melihat bagaimana harga saham perusahaan itu telah tumbuh
  • ROE (return on equity) merupakan rasio yang menggambarkan kemampuan modal perusahaan dalam menghasilkan laba, yang juga merupakan efisiensi bagaimana perusahaan dijalankan. Carilah saham yang memiliki ROE diatas 20%, stabil dan selalu meningkat.

Seperti telah dibahas diatas, dalam memilih saham tidak hanya diperlukan analisa fundamental tetapi juga analisa teknikal. Untuk lebih mudahnya analisa fundamental digunakan untuk memilih saham yang akan dibeli dan analisa teknikal digunakan untuk menentukan kapan saham itu akan dibeli/dijual.

About these ads

About Luky_Handayani
I am a financial planner @PlanURFinancial, owner of @ButikCoklat, stock trading/ investor Trying to be a better version of me ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: